Navigation

Fakta: Apa dan Siapa Sebenarnya Psikopat Itu?

Menurut ilmu Psikologi, psikopat atau sosiopat merupakan suatu penyakit kejiwaan yang dapat membuat para pengidapnya menjadi antisosial dan selalu melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain di sekitarnya. Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah meskipun psikopat ini merupakan penyakit kejiwaan akan tapi psikoat berbeda dengan gila. Jika orang gila tidak sadar sepenuhnya dengan apa yang dilakukan, berbeda dengan pengidap psikopat atau sosiopat, pengidap psikopat sebenarnya sadar sepenuhnya dengan apa yang mereka lakukan, namun itu bukan tindakan yang benar dan percaya atau tidak, seorang pengidap psikopat yang saat ini dipenjara atau dalam perawatan lebih sedikit jika dibandingkan dengan psikopat-psikopat yang berkeliaran di sekitar kita.
Catatan Kecil | Tempat Untuk Berbagi Pengalaman

Apa yang ada dalam pikirkan Anda ketika mendengar kata Psikopat atau Sosiopat?

Ya mungkin sebagian dari kita akan berpikir bahwa Psikopat itu adalah pembunuh berdarah dingin, penjahat yang kejam dan lain sebagainya. Seperti Joker dalam film Batman atau Anton Chigurh dalam film No Country for Old Men. Tapi, sebenarnya psikopat atau sosiopat itu tidak selalu seorang pembunuh lho. Mungkin karena pengaruh dari film-film horror atau thriller yang kita tonton, yang selalu menggambarkan bahwa seorang psikopat menjadi seorang pembunuh yang sadis, kita jadi ikut berpikir bahwa psikopat itu sama dengan pembunuh. Tapi, tidak demikian.

The Joker - Batman

Menurut ilmu Psikologi, psikopat atau sosiopat merupakan suatu penyakit kejiwaan yang dapat membuat para pengidapnya menjadi antisosial dan selalu melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain di sekitarnya. Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah meskipun psikopat ini merupakan penyakit kejiwaan akan tapi psikoat berbeda dengan gila. Jika orang gila tidak sadar sepenuhnya dengan apa yang dilakukan, berbeda dengan pengidap psikopat atau sosiopat, pengidap psikopat sebenarnya sadar sepenuhnya dengan apa yang mereka lakukan, namun itu bukan tindakan yang benar dan percaya atau tidak, seorang pengidap psikopat yang saat ini dipenjara atau dalam perawatan lebih sedikit jika dibandingkan dengan psikopat-psikopat yang berkeliaran di sekitar kita. 👀

Kalo menurut saya sih psikopat itu bisa dikatakan orang yang cerdas, Kenapa? Mereka ia sangat pandai untuk melakukan manipulasi orang dan keadaan, bukan cuma itu saja seorang psikopat juga bisa dengan mudahnya mengambil alih sesuatu dengan kepercayaan dirinya yang begitu tinggi, bahkan mampu mengontrol keadaan menjadi tenang. Kebohongan-kebohongan mereka bisa sangat dipercaya, dan inilah yang kemudian akan memakan korban nantinya. Psikopat tidak memiliki rasa empati atau simpati pada korbannya. Mereka cenderung tidak bisa merasakan rasa bersalah dan bisa menyakiti siapapun dengan sangat brutal. Inilah yang membuat psikopat menjadi menakutkan. Meski begitu, psikopat juga bisa terlihat sangat tenang, ramah, dan tidak mencurigakan.

Berikut beberapa fakta gila tentang psikopat:

Psikopat tak bisa mengenali rasa takut

Psikopat tak bisa mengerti rasa takut, sehingga dia juga tak bisa melihat rasa takut dari wajah orang lain. Meski korbannya sudah membelalakkan mata dengan wajah ketakutan, mereka tak akan bisa mengenali dan berpikir bahwa korbannya sedang ketakutan. Tak hanya tak bisa mengenali rasa takut, psikopat juga tak bisa merasakan rasa takut. Mereka seringkali kesulitan ketika harus merespon hal-hal yang menakutkan.

Psikopat kecanduan dopamin

Ketika seseorang merasa senang, seperti ketika sedang jatuh cinta, makan cokelat, dan lainnya, dopamin dalam otak akan bekerja. Dopamin bekerja dengan memberikan rasa penghargaan pada seseorang. Hal ini yang membuat psikopat sering membunuh atau menyakiti orang lain.

Psikopat bisa mengubah rasa empati mereka

Bayangkan saklar lampu yang ada di rumah Anda. Seperti itulah keadaan empati seorang psikopat. Sejak dulu banyak orang percaya bahwa psikopat tak bisa merasakan empati. Namun faktanya, mereka sebenarnya bisa jika mereka mengaktifkan empati mereka.

Untuk itu, psikopat bisa terlihat sangat ramah, meyakinkan, dan memanipulasi orang lain. Namun ketika empati itu dimatikan, mereka bisa membunuh dengan brutal dan dingin tanpa merasa kasihan sedikit pun pada korbannya. Ketika mereka membunuh, mereka memilih untuk mematikan empati tersebut. Namun ketika mereka sedang bersikap ramah, bisa jadi mereka menghidupkan empati itu lagi.

Dunia bisnis sebenarnya dipenuhi psikopat

Jangan kaget bahwa ternyata banyak orang berkecenderungan psikopat yang bekerja sebagai polisi, ahli bedah, atau pengacara. Salah satu profesi yang paling banyak diminati oleh psikopat adalah bidang bisnis. Sayangnya, psikopat biasanya adalah pemimpin yang buruk dan tak mudah berteman atau bekerja sama dengan orang lain. Biasanya mereka akan berhasil dalam sebuah bisnis karena kemampuan mereka menjilat dan memanipulasi orang lain. Jika mereka tak bisa memanipulasi karyawan, mereka akan menggunakan kekerasan atau teror.

Psikopat suka ngetroll di internet

Trolling, atau mengerjai orang di dunia maya diketahui sebagai salah satu kegemaran psikopat. Orang yang memiliki kecenderungan sebagai psikopat diketahui suka melakukan trolling di internet, atau bermain sebagai musuh di game online hanya agar bisa membunuh dan menyiksa karakter lain.
Orang yang seringkali mengerjai orang lain di dunia maya memiliki kecenderungan kepribadian narsis, sadis, dan psikopat. Mereka suka menyakiti dan mengerjai orang lain dan tidak memiliki sopan santun. Peneliti telah menemukan adanya kaitan antara kebiasaan trolling di internet dengan kecenderungan seseorang sebagai psikopat.

Psikopat yang baik

Ternyata, meski seseorang memiliki DNA dan struktur otak yang psikopat, seseorang bisa memilih untuk menjadi psikopat atau tidak. Salah satu buktinya adalah peneliti saraf, James Fallon. Fallon merasa jengah dengan sejarah keluarganya yang terkait dengan banyak pembunuhan. Selanjutnya dia melakukan scan otak dan tes DNA.
Fallon harus terkejut karena selain dia memiliki struktur otak seorang psikopat, dia juga memiliki serangkaian DNA yang disebut dengan gen kesatria. Gen ini membuat orang yang memilikinya lebih mudah berperilaku agresif. Meski begitu, diketahui bahwa James Fallon tak memiliki kecenderungan sikap seperti psikopat yang suka menyakiti orang lain. Dia bahkan diketahui suka menyumbang untuk kegiatan sosial dan membantu teman-temannya.
Meski begitu, Fallon mengaku dia memang tak mudah bersimpati pada orang lain dan sangat kompetitif. Dia bahkan tak akan mengalah dalam permainan dengan cucunya. Namun Fallon bersyukur karena dibesarkan oleh orang tua yang penyayang sehingga dia tak tumbuh menjadi psikopat yang berperilaku buruk apalagi suka melakukan kejahatan.

Psikopat memiliki indera penciuman yang buruk

Pada september 2013, profesor Jason Castro dan Chakra Chennubholta memutuskan untuk membuat kategori yang dikenal oleh manusia. Mereka menemukan bahwa manusia bisa mengenali 10 jenis bau. Beberapa orang memang memiliki kesulitan saat mengenali beberapa jenis bau tertentu, namun berbeda dengan psikopat.
Peneliti menemukan bahwa psikopat memiliki kesulitan untuk mengidentifikasi bau. Semakin kuat kecenderungan psikopat mereka, semakin sulit pula mereka mengenali bau. Hal ini sebenarnya menarik, karena seringkali psikopat dengan mudah mengelabui petugas dalam tes empati atau simpati. Namun mereka selalu gagal dalam tes mengenali bau.

Psikopat memiliki pola berbicara yang khusus

Sementara psikopat bisa terlihat manipulatif, ramah, dan cerdas, namun peneliti dari Cornell University menemukan bahwa psikopat seringkali memiliki pola pembicaraan yang sama. Dan ini seringkali meluncur begitu saja dari mulut mereka. Hasil ini ditemukan peneliti setelah melakukan wawancara terhadap 52 pembunuh, 14 di antaranya adalah psikopat.

Setelah menganalisis pembicaraan, peneliti menemukan adanya kesamaan dalam cara bicara psikopat. Mereka sangat sering menggunakan hata "mmm" dan "uh" lebih sering daripada penjahat yang lain. Selain itu, mereka kebanyakan menggunakan frase sebab-akibat, termasuk penggunaan kata 'karena'. Ketika penjahat lainnya lebih sering membicarakan keluarga, psikopat berfokus pada kepentingan mereka seperti makanan, minuman, dan kebutuhan lain.

Itulah beberapa fakta mengejutkan mengenai psikopat. Ketika Anda memiliki kenalan dengan ciri-ciri di atas, lebih baik berhati-hatilah. Meski ada juga kasus psikopat yang tak melakukan kejahatan seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Namun sebaiknya selalu waspada dan berhati-hati.
Share

Unknown

Hi, aku Zulfakar mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta. Seorang Back-End Developer, Desainer Grafis, dan Blogger.

Post A Comment:

14 comments:

  1. ngeri juga ya psikopat kagak ada rasa takut nya... takut ane jadinya

    ReplyDelete
  2. meskipun begitu... ngeri ya psikopat

    ReplyDelete
  3. biasanya orang yg pendiem itu psikopat.. hmm harus berhati2 aja kalo temenan sma orang lain

    ReplyDelete
  4. Adakah ubat untuk mngubatinya....?apakah Psikopat Sadar Diri Nya Seorg Psikopat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh saya kurang tau gan, karena ini penyakin kejiwaan mungkin harus terapi untuk mengobatinya

      Delete
  5. Mntap nih, pgn gw jdi psikopat, biar gk ada lgi yg nginjek hrga diri gw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh wah serem banget bro, masih ada kok cara lain supaya bisa dihargai oleh orang lain

      Delete

Silahkan berikan komentar anda menggunakan kata-kata yang sopan!